Postingan

Part 2 : Manifestasi permukaan dari sistem geotermal dengan sumber panasnya adalah Volcanic

  I Pendahuluan: Parameter yang mengendalikan karakteristik sistem geotermal meliputi: Suhu reservoir Jenis fluida reservoir Jenis batuan reservoir Sifat sumber panas Di antara semua itu, sifat sumber panas merupakan faktor yang sangat penting. Sumber panas ini dapat dikelompokkan sebagai berikut: Magma di dalam kerak bumi (bersifat lokal atau luas) Sumber panas non-magmatik di dalam kerak bumi Aliran panas secara konduktif di kerak bumi bagian atas Klasifikasi Berdasarkan Suhu Reservoir Sistem geotermal juga dapat diklasifikasikan berdasarkan suhu reservoir pada kedalaman sekitar 1 km (dipilih secara arbitrer) sebagai parameter pembeda. Berikut klasifikasinya: Sistem suhu tinggi (High-T): suhu > 225°C Sistem suhu menengah (Intermediate-T): suhu 125–225°C Sistem suhu rendah (Low-T): suhu < 125°C   Manifestasi Permukaan dan Output Panas Oleh karena itu, digunakan istilah seperti “manifestasi yang terk...

Part 1 : Manifestasi permukaan dari sistem geotermal dengan sumber panasnya adalah Volcanic

  Manifestasi permukaan dari sistem geotermal dengan sumber panasnya adalah Volcanic (Hochstein and Browne, 1998) Pengetahuan Umum : Adveksi ( Advection ) : Pergerakan air tanah di bawah permukaan melalui batuan yang permeabel, yang terjadi karena pengaruh gradien tekanan lateral (misalnya dari daerah dataran tinggi menuju lembah yang luas). Alterasi atau (alterasi air panas) ( alteration (or hydrothermal alteration) ) : Perubahan komposisi mineral dari suatu batuan oleh suatu aksi fluida hidrotermal. Istilah ini disebut pengendapan langsung ( direct deposition ) dari mineral sekunder sebagai urat atau pengisi rongga Gaya Apung ( Bouyancy ): Gaya vertikal yang mengarah ke atas, disebabkan oleh perbedaan densitas antara kolom hidrostatik berisi fluida panas di dalam reservoir geotermal dan kolom fluida dingin yang setara di luar reservoir tersebut. Pergerakan fluida yang dihasilkan disebut "konveksi bebas ( free convection ) " atau "konveksi alami. ( natural con...

Memahami tentang Bouguer reduction density, kenapa 2.67?

Nilai 2.67  g/cm 3 adalah parameter yang paling dikenal dalam geofisika bumi padat untuk kerapatan batuan permukaan kerak benua . Penggunaan Kerapatan 2.67  g/cm 3 : Nilai 2.67  g/cm 3 adalah parameter yang paling dikenal dalam geofisika bumi padat untuk kerapatan batuan permukaan kerak benua . Dalam perhitungan anomali gravitasi Bouguer dan isostatik, efek gravitasi massa bumi antara lokasi pengamatan dan datum (biasanya permukaan laut) dihitung dengan mengasumsikan lempengan datar tak terhingga dengan kerapatan tertentu . Sebagian besar peta gravitasi regional yang diterbitkan menggunakan kerapatan reduksi 2.67  g/cm 3 . Meskipun nilai ini sering disebutkan dalam buku teks geofisika, jarang ada pembenaran atau sumber referensi yang jelas mengapa nilai ini digunakan secara umum . Nilai 2.67  g/cm 3 umumnya diasumsikan untuk kerapatan batuan permukaan benua yang bersifat kristal dan berkomposisi granitik . Kerapatan batuan granit berkisar antara 2.5 hingga 2....