Part 1 : Manifestasi permukaan dari sistem geotermal dengan sumber panasnya adalah Volcanic
Manifestasi permukaan dari sistem geotermal dengan sumber
panasnya adalah Volcanic
(Hochstein and Browne, 1998)
Pengetahuan Umum :
Adveksi (Advection) : Pergerakan air tanah di bawah permukaan melalui
batuan yang permeabel, yang terjadi karena pengaruh gradien tekanan lateral
(misalnya dari daerah dataran tinggi menuju lembah yang luas).
Alterasi atau (alterasi air panas) (alteration (or hydrothermal alteration)) : Perubahan komposisi mineral dari suatu batuan oleh suatu aksi fluida hidrotermal. Istilah ini disebut pengendapan langsung (direct deposition) dari mineral sekunder sebagai urat atau pengisi rongga
Gaya Apung (Bouyancy): Gaya vertikal yang mengarah ke atas, disebabkan oleh perbedaan densitas antara kolom hidrostatik berisi fluida panas di dalam reservoir geotermal dan kolom fluida dingin yang setara di luar reservoir tersebut. Pergerakan fluida yang dihasilkan disebut "konveksi bebas (free convection) " atau "konveksi alami. (natural convection)"
Konduksi (conduction): Perpindahan panas dalam batuan
tanpa perpindahan massa.
Konveksi (convection): Perpindahan panas dalam batuan permeabel yang terjadi
melalui perpindahan massa (fluida)
Fluida (Fluids): Istilah umum yang menggambarkan fase media yang mentransfer panas secara konvektif, yaitu cairan, gas, dan kombinasinya.
- Cairan dapat berasal dari air tanah yang meresap (“air meteorik”) atau dari magma (“air magmatik”).
- Fase gas air di bawah permukaan disebut "uap", sedangkan di permukaan disebut "steam" (uap air), yang mengandung tetesan kondensat.
- Gas-gas dalam sistem hidrotermal biasanya kurang reaktif (seperti uap air, CO₂, dan H₂S) dibandingkan dengan gas dalam sistem vulkanik (seperti uap air, HCl, SO₂, HF, dan lainnya).
Sistem Geotermal (geothermal system) : Istilah umum yang menggambarkan perpindahan panas alami dalam suatu volume terbatas di kerak bumi, di mana panas ditransfer dari "sumber panas" ke "penyerap panas" (heat sink) , biasanya ke permukaan bebas bumi.
Sistem Hidrotermal (hydrothermal System) :Jenis
sistem geotermal di mana panas berpindah dari sumber panas (sering kali berupa
pluton yang sedang mendingin (cooling pluton)) ke permukaan melalui konveksi
bebas, melibatkan air meteorik (air hujan yang meresap) dengan atau tanpa jejak
fluida magmatik. Cairan yang keluar di atau dekat permukaan akan digantikan
oleh air meteorik dari luar (daerah recharge) yang tertarik masuk oleh naiknya
fluida panas.
Sistem hidrotermal terdiri dari:
- Sumber panas
- Reservoir berisi fluida termal
- Daerah recharge di sekitarnya
- Daerah pelepasan panas (luahan, discharge area) di permukaan dengan manifestasi geotermal
Manifestasi: Istilah yang menggambarkan:
- Fitur di permukaan tanah tempat fluida keluar, biasanya berupa fluida fase tunggal (misalnya: mata air panas, danau panas, kolam panas, fumarol).
- Fitur
hasil interaksi fluida dan batuan, serta pengendapan mineral hidrotermal,
juga terjadi di permukaan tanah.
Dalam arti luas, istilah ini mencakup fitur termal aktif maupun tidak aktif
Sistem Vulkanik (Volcanic System): Jenis sistem
geotermal di mana panas dan massa berpindah dari badan batuan beku (biasanya
berupa kamar magma (magma chamber)) ke permukaan melalui konveksi fluida
magmatik dan pengeluaran magma secara sporadis (lelehan bawah permukaan).
Air meteorik tidak terlibat dalam proses perpindahan panas, atau hanya berperan
minor.
Sistem Vulkanik–Hidrotermal (Volcanic-hydrothermal systems) Gabungan antara sistem hidrotermal dan vulkanik, di mana fluida magmatik (primer) yang naik sering bercampur dengan air meteorik (sekunder) (kadang-kadang air laut). Sistem ini juga dikenal sebagai sistem magmatik–hidrotermal.
Komentar
Posting Komentar