Part 4 : Manifestasi permukaan dari sistem geotermal dengan sumber panasnya adalah Volcanic
๐ Sistem Kuasi Vulkanik–Hidrotermal yang Telah Berkembang
๐ Apa Itu Sistem Kuasi Vulkanik?
Sistem ini berkembang ketika aliran gas magmatik berkurang, dan sistem vulkanik–hidrotermal berubah menjadi sistem suhu tinggi yang sepenuhnya bersifat konvektif.
Sistem seperti ini juga ditemukan di bawah:
- Kompleks vulkanik komposit tua (andesitik dan dasitik)
- Kaldera
- Kubah silisik (rhyolitik)
๐ฅ Sumber Panas dan Kondensat Asam
- Panas yang dilepaskan terutama berasal dari air tanah yang menembus jauh ke dalam dan mengakses pluton yang sedang mendingin.
- Kondensat asam lebih jarang dibandingkan sistem vulkanik–hidrotermal sejati, tetapi alterasi asam pada batuan tetap terjadi.
๐ซ️ Solfatara dan Fumarol
- Solfatara hanya menghasilkan jumlah kecil sulfur.
- Fumarol tidak mengeluarkan gas vulkanik korosif, meskipun rasio gas non-kondensabel (seperti CO₂, He, Ar) mirip dengan fumarol vulkanik.
๐ง Pelepasan Air Netral
- Terdapat aliran lateral dangkal dari air klorida–sulfat yang telah dinetralkan, biasanya keluar di lereng luar gunung.
๐งช Produk Alterasi Mineral
Mineral alterasi umum meliputi:
- Kaolin
- Cristobalit
- Hematit
- Residu silika
Mineral sulfat juga umum:
- Alunit
- Jarosit
Namun, diaspore dan pirofillit tidak ditemukan, kecuali di lokasi dengan erosi besar (contoh: Matsukawa, Honshu).
Di Tamagawa Springs (Honshu), hokutolit (barit kaya timbal) mengendap dari air sangat asam.
๐งฌ Sisa-Sisa Fase Vulkanik–Hidrotermal Sebelumnya
Sisa dari fase vulkanik–hidrotermal sebelumnya dapat bertahan, misalnya:
- Lubang bor kadang menemukan fluida yang asin, sangat asam, atau ber-pH netral.
- Contoh: Sistem Alto Peak (Filipina), yang memiliki inti batuan jenuh uap.
Banyak sistem lain yang serupa, dan sejarahnya dapat ditelusuri dari alterasi asam di kedalaman, seperti:
- Mahanagdong (Filipina)
- Dieng (Jawa)
- Kirishima (Kyushu)
- Kakkonda (Honshu)
๐ Evolusi Sistem
Dengan konveksi yang berlangsung lama di reservoir utama:
- Kondensat uap dan fluida magmatik menjadi netral dan encer.
- Sistem kuasi vulkanik–hidrotermal yang telah matang bisa menjadi tidak dapat dibedakan dari sistem suhu tinggi di bawah pusat vulkanik yang telah tererosi.
Komentar
Posting Komentar