Asal mula panasbumi ( 3A. Teori Tektonik Lempeng)

 

Gambar 1. Struktur interior Bumi [Seismologi, 2019]

    Untuk mengingtkan kembali sebelum kita masuk ke lempeng tektonik, dapat kita lihat pada gambar 1. aktifitas tektonik lempeng terjadi pada bagian kerak (Crust) pada bagian litosfer karena setiap bagiannya terdiri dari bagian yang bergerak dan bersifat rigid sehingga membuat lempeng – lempeng tersebut bergerak saling berpisah, bertumbukan dan bergeser yang menyebabkan kedinamikaan Bumi dengan melihat pada gambar 2

Gambar 2. Lempeng yang bergerak di Bumi [N. Djauhari, 2012]

 

Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi dari teori sebelumnya yaitu:
Teori Pergerakan Benua (Continental Drift) dan Pemekaran Dasar Samudra (Sea Floor Spreading).

A. Continental Drift

Gambar 3. ilustrasi Continental drift [Global tectonic, 2009]

    Konsep konveksi seperti yang dikemukakan oleh Holmes (1928), ketika diyakini bahwa kerak samudera adalah lanjutan ketebalan dari "lapisan basaltik" benua.

(a) Arus naik di A menyebar secara lateral, menempatkan sebuah benua  di bawah ketegangan dan membelahnya, memberikan obstruksi lantai laut tua dapat diatasi. Hal ini dicapai oleh pembentukan eklogit di B dan C, di mana arus sub-benua bertemu arus sub-samudera dan berbelok ke bawah. Kepadatan tinggi eklogit menyebabkannya tenggelam dan memberi ruang bagi benua untuk maju.

(b) berdirinya eKlogite di B dan C berkontribusi pada sirkulasi konvektif utama. Eklogit meleleh di kedalaman untuk membentuk magma basaltik, yang naik dalam arus naik di A, menyembuhkan celah di benua yang terganggu dan membentuk dasar laut baru. Lokal membengkak, seperti Islandia, akan terbentuk dari sial tua yang tertinggal. Sistem arus yang lebih kecil, diprakarsai oleh daya apung dari magma basaltik, naik di bawah benua dan memberi makan basalt banjir atau, di bawah dasar laut "tua" (Pasifik), memberi makan curahan yang bertanggung jawab atas pulau vulkanik dan gunung bawah laut (digambar ulang dari Holmes, 1928).

 

B. Pemekaran Dasar Samudra (Sea Floor Spreading).

Pemekaran dasar samudra terjadi dimana arus konveksi yang berada di bagian mantel bumi (astenosfir). Akibat dari pemekaran yang terjadi disepanjang sumbu Pematang Tengah Samudra, maka magma yang berasal dari astenosfir kemudian naik dan membeku. Pergerakan lantai samudra (litosfir) ke arah kiri dan kanan di sepanjang sumbu pemekaran Pematang Tengah Samudra lebih disebabkan oleh arus konveksi yang berasal dari lapisan mantel bumi (astenosfir). Arus konveksi inilah yang menggerakan kerak samudra (lempeng samudra) yang berfungsi sebagai ban berjalan (conveyor-belt).  Gambar dibawah memperlihatkan ilustrasi dari sea floor spreading oleh arus konveksi yang ada di lapisan astenosfir

Gambar 4. ilustrasi sea floor spreading [Global tectonic, 2009]

Referensi:

                1. Noor, D. (2012). Pengantar Geologi (2nd ed.). Pakuan University press. 

                2. Andriyani, G., Kahar, S., Awaluddin, M., & Meilano, I. (n.d.). KAJIAN REGANGAN SELAT BALI BERDASARKAN DATA GNSS KONTINU TAHUN 2009 - 2011.

                3. Kearey, P., Klepeis, K. A., & Vine, F. J. (2009). Global tectonics / the late Philip Kearey, Keith A. Klepeis, Frederick J. Vine. Wiley-Blackwell.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami tentang koreksi Free-air didalam Geofisika dan Geodesi

Part 3 : Manifestasi permukaan dari sistem geotermal dengan sumber panasnya adalah Volcanic

Part 2 : Manifestasi permukaan dari sistem geotermal dengan sumber panasnya adalah Volcanic