Sumber Li, Xiong and Gotze, H., (2001) Yang bisa kita pahami terlebih dahulu: 1. Elipsoid : Bumi dapat dianggap sebagai elipsoid revolusi ekuipotensial sebagai aproksimasi kedua. Elipsoid ini berfungsi sebagai sistem referensi yang konsisten untuk geodesi dan geofisika. Model-model seperti GRS 67, GRS 80, dan WGS 84 adalah contoh "Bumi normal" yang elipsoidal 2. Geoid : Geoid adalah permukaan energi potensial konstan yang bertepatan dengan permukaan laut rata-rata di atas lautan. Fungsi utamanya dalam geodesi adalah sebagai permukaan referensi untuk leveling, di mana elevasi diukur relatif terhadap geoid. 3. "Topografi surface" mengacu pada permukaan fisik Bumi yang sangat tidak beraturan , yang mencakup topografi daratan (landmass topography) dan batimetri laut (ocean bathymetry) Sumber Li, Xiong and Gotze, H., (2001) 1...
Model konseptual dari sistem volcanic hidrotermal dengan berasosiasi karekateristik manifestasi permukaan. Model ini berdasarkan sistem Suretimeat (Vanuatu) tetapi menunjukkan tipikal fitur selain sistem volcanic-hidrotermal ( garis putus – putus T1 dan T2 merepresentasikan kontur isotermal dari 150 C dan 350 C (Modifikasi Hochstein dan Sudarman, 1993). Conceptual model of a volcanic hydrothermal system with associated characteristic surface manifestations. The model is based on the Suretimeat system (Vanuatu) but shows features typical of other volcanic–hydrothermal systems (broken lines with T1 and T2 represent inferred isotherms for 150C and 350C, respectively). (Modified from Hochstein and Sudarman, 1993.) II. Manifestasi dari Sistem Vulkanik–Hidrotermal dan Sistem Terkait Dalam sistem vulkanik aktif, fluida magmatik yang naik sering bercampur dengan air meteorik yang menyelimuti. Sistem vulkanik–hidrotermal seperti ini baru-baru ini dikenali sebagai jenis sistem ge...
Apa yang bisa kita pelajari dari interpretasi gravity anomali sebelumnya? 1. kita harus lihat setting tektonik 2. Magmanya berupa apa? apakah silisic ( magma that contains more than ~63 percent silica and is generally viscous, gas-rich, and tends to erupt explosively ) atau basaltik Interpretasi anomali positif dalam setting geologi vulkano biasanya magma dengan basalti to andesitik baik aktif, punah dan dormant . Interpratasi anomali negatif dalam setting geologi vulkano biasanya magma dengan andesitik to rhyolitik baik aktif, punah dan dormant. dapat kembali di lihat dari interpretasi anomali sebelumnya Daftar pustaka : Rymer, H., and G. C. Brown. "Gravity fields and the interpretation of volcanic structures: geological discrimination and temporal evolution." Journal of Volcanology and Geothermal Research 27.3-4 (1986): 229-254.
Komentar
Posting Komentar